JAKARTA – Asosiasi Modal Ventura Untuk Startup Indonesia (Amvesindo) kembali menegaskan peran strategisnya dalam ekosistem pembiayaan nasional. Pada Selasa (04/08/2026), Amvesindo hadir memenuhi undangan Kementerian PPN/Bappenas dalam agenda “Workshop Model Pengembangan UMKM melalui Dukungan Intervensi Perusahaan Modal Ventura di Indonesia”.

Workshop ini diselenggarakan secara khusus untuk mendukung perumusan proyek pembiayaan UMKM dalam program hibah Millennium Challenge Corporation (MCC) Compact II.

Eksplorasi Peran Modal Ventura dalam Ekosistem UMKM Dalam forum strategis tersebut, Amvesindo diwakili oleh Bendahara Asosiasi, Lugas Prancafitri, CFA, FRM, yang hadir sebagai salah satu narasumber utama. Beliau memaparkan pandangan komprehensif mengenai ekosistem Perusahaan Modal Ventura (PMV) di Indonesia, yang mencakup:

  • Ekosistem UMKM dan peran penting PMV.

  • Kelembagaan, regulasi, dan tata kelola industri.

  • Pengusahaan, operasional, serta tantangan yang dihadapi PMV saat ini.

  • Potensi strategis keterlibatan PMV dalam program MSME Finance Compact II.

Selain paparan dari Amvesindo, acara ini juga diperkaya dengan sesi berbagi pengalaman (Lesson Learned) terkait pengelolaan modal ventura oleh perwakilan anggota, yaitu PT. Bahana Artha Ventura (BAV) dan PT. Bali Kerthi Development Fund Ventura (BDF).

Kolaborasi Lintas Sektor dan Pemangku Kepentingan
Workshop ini dihadiri oleh jajaran pembuat kebijakan dan mitra pembangunan internasional, di antaranya:

  • Bapak Maliki, ST, MSIE, Ph.D (Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Kependudukan, dan Ketenagakerjaan Bappenas)

  • Ibu Dr. Rd Siliwanti, MPIA (Staf Ahli Bidang Inovasi Pendanaan Pembangunan Bappenas)

  • Ibu Rosy Wediawaty, SE, M.Sc, M.S.E. (Direktur Ekonomi Syariah dan BUMN Bappenas)

  • Bapak Keith Hackett (Resident Country Director for Indonesia Act., MCC)

  • Bapak Ngakan Putu Miharjana / Pak Dodi (Strategic Program Advisor for Infrastructure Financing, UPP MCA-Indonesia II)

Poin Kesepakatan dan Langkah Strategis ke Depan (Key Takeaways)
Dari hasil diskusi intensif bersama Bappenas dan UPP MCA-Indonesia II, terdapat beberapa poin strategis yang menjadi fokus tindak lanjut:

  1. Pencarian Skema Penyaluran: Bappenas saat ini tengah memformulasikan model atau skema penyaluran dana hibah MCA yang bernilai kurang lebih USD 40 juta.

  2. Mandat RJPP 2025-2029: Kolaborasi dengan PMV dinilai sangat menarik dan sejalan dengan Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) 2025-2029, terutama karena PMV menawarkan aspek “pendampingan” (mentoring) di samping pembiayaan murni.

  3. Fokus Ekspor: Prioritas utama Bappenas dalam jangka pendek hingga menengah (3 tahun) adalah mendukung UMKM di sektor-sektor unggulan yang memiliki potensi ekspor tinggi.

  4. Kebutuhan Masukan Industri: Bappenas secara aktif meminta masukan dari Amvesindo beserta anggotanya terkait bentuk dan skema penyaluran bantuan/hibah yang paling efektif di lapangan.

  5. Potensi Kemitraan Konkret:

    • Penyaluran dana hibah yang diiringi dengan pendampingan, termasuk opsi melalui Dana Ventura (dengan beberapa catatan teknis).

    • Program peningkatan kapasitas (capacity building) bagi tenaga profesional PMV melalui fasilitas Amvesindo Institute.

Melalui sinergi ini, Amvesindo berkomitmen penuh untuk mengawal dan memberikan masukan konstruktif agar penyaluran dana hibah MCC Compact II dapat tepat sasaran, serta mampu menaikkelaskan UMKM Indonesia ke kancah global.