JAKARTA – Pesatnya adopsi Artificial Intelligence (AI) di era digital membawa pedang bermata dua: di satu sisi meningkatkan efisiensi dan inovasi secara eksponensial, namun di sisi lain membuka celah risiko siber yang semakin kompleks. Menyadari urgensi tersebut, Asosiasi Modal Ventura Untuk Startup Indonesia (Amvesindo) turut mengambil peran aktif dalam ajang inovasi teknologi Astranauts 2026 yang diselenggarakan pada Selasa (28/07/2026) di Catur Dharma Hall Menara Astra Lt. 5, Jakarta.

Pada perhelatan tersebut, Wakil Sekretaris Jenderal Amvesindo, Alvin Evander, hadir memandu jalannya sesi diskusi panel bertajuk “Securing, Verifying, and Recovering Trust in the AI Era” selaku moderator. Sesi strategis ini menghadirkan dua panelis ahli dari lintas industri, yaitu Gaery Undarsa (CMO Tiket.com) dan Imeida Triyanti Putri Radjamin (Director of Compliance Bank Saqu).

Mendefinisikan Ulang Cyber Trust di Tengah Disrupsi AI Diskusi ini dilatarbelakangi oleh pergeseran interaksi antara perusahaan dan customer yang kini didominasi oleh platform digital. Ketergantungan ini memunculkan konsep cyber trust—kepercayaan terhadap keamanan sistem perusahaan dalam melindungi data pengguna dari risiko siber seperti kebocoran data, fraud, hingga penyalahgunaan identitas.

Namun, kehadiran teknologi AI menghadirkan ancaman baru yang sering kali sulit dideteksi, seperti ancaman deepfake, channel palsu, hingga shadow AI. Dengan regulasi yang masih berupaya mengejar laju teknologi, kepercayaan pelanggan tidak lagi bisa dianggap otomatis, melainkan harus dibangun, dibuktikan, dan dijaga konsistensinya.

Tujuan dan Temuan Kunci Diskusi Sesi panel ini bertujuan untuk menggali lebih dalam mengenai beberapa aspek krusial:

  • Menggeser fokus organisasi dari sekadar pencegahan menjadi kemampuan deteksi, respons, dan pemulihan kepercayaan (trust recovery) secara cepat pasca-insiden.

  • Menyeimbangkan kebutuhan keamanan dan governance (tata kelola) dengan tuntutan kecepatan inovasi dan customer experience yang mulus.

  • Mengidentifikasi pendekatan implementasi AI governance yang konkret untuk konteks ekosistem di Indonesia.

Salah satu poin kunci dan konklusi utama yang mengemuka dalam diskusi ini adalah pentingnya pembatasan akses data perusahaan. Tidak semua data boleh diakses secara publik, terutama oleh sistem AI. Para panelis sepakat bahwa setiap perusahaan harus menetapkan trust level yang jelas dan membangun perumpamaan guardrails (pagar pembatas) untuk memastikan bahwa AI beroperasi dalam koridor yang aman, terkendali, dan tidak mengorbankan integritas data pelanggan.

Keterlibatan Amvesindo dalam diskusi ini merepresentasikan komitmen asosiasi dalam mendorong para pelaku industri dan startup agar tidak hanya berfokus pada kecepatan inovasi, tetapi juga menjadikan keamanan dan cyber trust sebagai fondasi utama pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.