Jakarta, 8 April 2026 – Asosiasi Modal Ventura untuk Startup Indonesia (Amvesindo) bersama PwC Indonesia memperkuat sinergi antar pelaku industri dengan menyelenggarakan acara Halal Bihalal yang dirangkaikan dengan Executive Workshop. Inisiatif ini menjadi langkah strategis untuk mendorong kolaborasi serta meningkatkan tata kelola dalam ekosistem investasi modal ventura di Indonesia.

Acara yang diselenggarakan pada Rabu, 8 April 2026, di World Trade Center 3 (WTC 3) Jakarta ini dihadiri oleh lebih dari 50 perwakilan anggota Amvesindo. Para peserta mencakup kategori Perusahaan Modal Ventura (PMV) dan pelaku ekosistem lainnya, seperti startup, perusahaan riset, serta berbagai profesi penunjang industri. Kegiatan ini menjadi momentum penting usai Hari Raya Idulfitri untuk mempererat hubungan antar pelaku industri, sekaligus membuka ruang sinergi yang lebih luas di tengah dinamika ekonomi global.

Ketua Amvesindo, Eddi Danusaputro, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga refleksi bersama terhadap peran strategis industri modal ventura dalam mendukung pertumbuhan startup nasional.

Melalui momentum halalbihalal ini, kami ingin memperkuat rasa kebersamaan sekaligus mendorong sinergi yang lebih erat antar anggota. Di tengah tantangan ekonomi dan dinamika industri startup, tata kelola dan manajemen risiko menjadi faktor kunci. Tidak hanya untuk menjaga keberlangsungan bisnis, tetapi juga memastikan industri dapat tumbuh secara sehat dengan tetap mendukung inovasi namun tetap dikelola secara berkelanjutan (sustainable),” ujar Eddi.

Sebagai bagian dari rangkaian acara, Maman Firmansyah, Direktur Pengawasan Lembaga Pembiayaan dan Perusahaan Modal Ventura Otoritas Jasa Keuangan (OJK), turut memberikan keynote speech yang menyoroti pentingnya penguatan tata kelola dan daya tahan industri modal ventura di tengah dinamika ekonomi global.

“OJK melihat bahwa pendekatan tingkat kesehatan industri dimulai dari pilar pertama, yaitu tata kelola, bagaimana proses bisnis dijalankan, bagaimana pemilihan debitur dan investee dilakukan, serta bagaimana sebuah keputusan diambil. Jika tata kelola tidak kuat sejak awal, maka risiko hingga permasalahan di tahap berikutnya akan sulit dihindari,” ujar Maman.

Selain kegiatan ramah tamah, acara ini juga menghadirkan sesi Executive Workshop yang difasilitasi oleh PwC Indonesia dengan topik “Forensic Audit & Fraud Risk in Startup Investments: Detection, Prevention, and Mitigation Strategies”. Kegiatan ini dirancang untuk memberikan wawasan praktis kepada para pelaku modal ventura dalam mengidentifikasi, mencegah, dan memitigasi risiko fraud dalam investasi startup.

Sacha Winzenried, Direktur PwC Indonesia, menekankan bahwa penguatan tata kelola dan manajemen risiko sejak tahap awal menjadi langkah krusial untuk mencegah potensi fraud sekaligus menjaga kepercayaan terhadap industri modal ventura yang masih berkembang.

“Seiring dengan masih berkembangnya industri ini, banyak perusahaan modal ventura yang berada pada tahap awal dan belum memiliki sistem serta kontrol yang memadai. Hal ini menjadikan penguatan tata kelola dan manajemen risiko sebagai faktor kunci untuk mencegah mismanagement maupun fraud, termasuk menjaga reputasi industri di mata pasar,” kata Sacha.

Dalam diskusi yang berlangsung, pelaku industri juga menyoroti pentingnya keseimbangan antara pertumbuhan dan fundamental bisnis. Andi Taufan Garuda Putra, Founder & CEO Amartha, turut memberikan perspektif mengenai arah perkembangan startup di Indonesia.

“Ke depan, keberhasilan startup tidak lagi hanya diukur dari pertumbuhan, tetapi juga dari kualitas fundamental bisnis dan dampak nyata yang dihasilkan. Investor dan founder perlu memiliki keselarasan dalam membangun bisnis yang berkelanjutan, dengan tata kelola yang kuat dan fokus pada profitabilitas,” ujar Andi Taufan Garuda Putra.

Melalui pendekatan yang kolaboratif berbasis pengetahuan, kegiatan ini menjadi wadah strategis untuk mempererat hubungan antar pemangku kepentingan sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam membangun ekosistem modal ventura yang lebih solid, inklusif, dan berkelanjutan di Indonesia.

“Kami percaya masa depan ekosistem startup Indonesia ditentukan oleh kualitas kolaborasi antara investor, korporasi, dan regulator. Inisiatif seperti ini menjadi ruang untuk menyelaraskan perspektif, memperkuat kepercayaan, serta mendorong pertumbuhan yang sejalan dengan penerapan tata kelola yang baik,” ujar Ronald S. Simorangkir selaku Direktur Utama Mandiri Capital Indonesia yang merupakan Perusahaan Modal Ventura anggota Amvesindo.

Amvesindo bersama PwC Indonesia berharap kolaborasi serupa dapat terus dikembangkan untuk mendorong peningkatan kualitas investasi, memperkuat kepercayaan terhadap industri startup, serta mendukung pertumbuhan ekonomi digital Indonesia secara berkelanjutan.

Tentang Amvesindo

Asosiasi Modal Ventura untuk Startup Indonesia (Amvesindo) merupakan organisasi yang mewadahi perusahaan modal ventura di Indonesia. Amvesindo berperan dalam memperkuat ekosistem investasi startup melalui kolaborasi, advokasi kebijakan, serta pengembangan kapasitas industri guna mendorong pertumbuhan ekonomi digital nasional.
Kunjungi website kami di www.amvesindo.org 

Tentang PwC Indonesia

PwC Indonesia meliputi KAP Rintis, Jumadi, Rianto & Rekan, PwC Tax Indonesia, PwC Legal Indonesia, PT PwC Advis Indonesia, dan PT PricewaterhouseCoopers Consulting Indonesia, masing-masing merupakan badan hukum yang terpisah dan semuanya merupakan firma anggota jaringan global PwC, yang secara bersama-sama disebut sebagai PwC Indonesia. Kunjungi website kami di www.pwc.com/id.

Kontak Media

Novrizal Pratama
Kepala Bidang Media & Hubungan Masyarakat
Amvesindo
Email : novrizal@techinasia.com