JAKARTA – Amvesindo memenuhi undangan Departemen Inklusi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk membahas penguatan akses permodalan bagi pelaku usaha kecil. Fokus utama diskusi ini adalah perancangan skema kolaborasi Business Matching Fase I 2026 yang menargetkan sektor Ultra Mikro dan Mikro, dengan wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai lokasi Pilot Project.

Dalam pertemuan ini, Amvesindo bersama OJK melakukan pemetaan mendalam terhadap profil produk pembiayaan dari entitas Perusahaan Modal Ventura (PMV) agar selaras dengan karakteristik kebutuhan UMKM di daerah.

Sinergi Pengurus dan Anggota VDC Delegasi Amvesindo dipimpin oleh Chrismanto Saragih (Wakil Ketua III), didampingi oleh:

  • Supriyono (Kepala Bidang UMKM)

  • Chrisantina Lunaryati (Kepala Bidang PMV Daerah)

  • Antonius B. Priyadi (Kepala Bidang PMV Syariah)

Guna memberikan perspektif operasional yang konkret, turut hadir perwakilan anggota Venture Debt Corporation (VDC):

  • Armaji Sayoko (Direktur Astra Mitra Ventura)

  • Anisyah (Department Head Unsecured Financing – Esta Dana Ventura)

  • Sahala Siahaan (COO Bina Artha Ventura)

  • Edwin Osfan (MBK Ventura)

Dari pihak Direktorat Inklusi Keuangan (DINK) OJK, diskusi dipimpin oleh Arinengwang (Deputy Direktur) bersama tim teknis yang terdiri dari Puji Iman Siagian, Ega Wisnu, dan Mutiara Syifa.

Kolaborasi ini diharapkan menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekonomi kerakyatan melalui penyaluran modal yang tepat sasaran dan berkelanjutan.