(04/11/2025) Asosiasi Modal Ventura dan Startups Indonesia (Amvesindo), bersama tim perumus dan perwakilan anggota Perusahaan Modal Ventura (PMV/PMVS), menghadiri dan berpartisipasi dalam Konvensi Nasional Rancangan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (RKKNI) Bidang Perusahaan Modal Ventura. Kegiatan ini dilaksanakan secara virtual dan menjadi tahapan penting sebelum RKKNI ditetapkan menjadi Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) oleh Wakil Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Konvensi Nasional ini bertujuan untuk memperoleh tanggapan dan masukan dari para pemangku kepentingan atas penyusunan standar kompetensi kerja untuk sektor modal ventura. Standar ini diharapkan menjadi acuan formal dalam pengembangan kompetensi SDM, program pelatihan, hingga sertifikasi keahlian bagi para profesional di industri modal ventura.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum Amvesindo, Eddi Danusaputro, menyampaikan closing remarks yang menegaskan pentingnya penyusunan RKKNI bagi masa depan ekosistem modal ventura Indonesia. Eddi menyebutkan bahwa RKKNI bukan hanya kebutuhan administratif, melainkan langkah strategis untuk meningkatkan profesionalisme dan kemandirian industri.
“Inilah saatnya bagi industri modal ventura untuk memiliki standar kompetensi dan program pelatihan yang dari kita, oleh kita, dan untuk kita,” ujar Eddi.
Beliau menambahkan bahwa dengan standar kompetensi yang kuat dan terukur, industri modal ventura akan mampu melahirkan lebih banyak profesional yang andal, beretika, dan siap menghadapi dinamika ekonomi digital baik di level nasional maupun global. Eddi juga mengapresiasi kontribusi seluruh tim penyusun serta kolaborasi lintas lembaga yang terlibat.
“Upaya ini bukan hanya tentang memenuhi kebutuhan administratif, tetapi tentang membangun kemandirian dan profesionalisme industri modal ventura Indonesia agar kita dapat naik kelas dan makin berdikari.”
Menutup pidatonya, Eddi mengajak seluruh pihak untuk menjaga semangat kolaborasi dan integritas dalam membangun ekosistem modal ventura yang lebih kuat dan berkelanjutan.
“Semoga hasil dari konvensi ini menjadi tonggak penting menuju ekosistem modal ventura yang lebih kuat, kredibel, dan berdaya saing global.”
Amvesindo juga menyampaikan apresiasi kepada OJK Institute, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker), Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyusunan RKKNI.
Dengan tersusunnya RKKNI ini, diharapkan industri modal ventura di Indonesia semakin memiliki arah dan standar kompetensi yang jelas, profesional, dan mampu bersaing di tingkat global.