JAKARTA – Mengakselerasi pertumbuhan ekonomi kreatif sebagai mesin baru perekonomian nasional membutuhkan ekosistem investasi yang solid dan kebijakan yang suportif. Asosiasi Modal Ventura Untuk Startup Indonesia (Amvesindo) melakukan audiensi strategis dengan Menteri Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) Republik Indonesia, Teuku Riefky Harsya, pada Senin (21/09/2026).

Bertempat di Ruang Rapat Menteri, Gedung Thamrin Nine, Jakarta Pusat, pertemuan ini difokuskan pada upaya memperluas akses pendanaan non-perbankan dan mengurai tantangan yang tengah dihadapi startup digital di Tanah Air. Delegasi Amvesindo yang dipimpin oleh Ketua, Dr. Eddi Danusaputro, memaparkan materi bertajuk “Kolaborasi Ekosistem Investasi & Kreatif: Mewujudkan Kepercayaan Investor dan Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia.”

Mengurai Tantangan: Insentif Fiskal dan Non-Fiskal Dalam paparannya, Amvesindo membedah dinamika pendanaan terkini, tantangan legalitas, serta harapan strategis terhadap Kemenekraf. Amvesindo mendorong kolaborasi pendanaan yang berkelanjutan (matchmaking) serta perlunya insentif fiskal maupun non-fiskal untuk mempermudah startup ekonomi kreatif agar dapat naik kelas.

Dalam sesi diskusi, diangkat pula rekam jejak kesuksesan Kemenekraf yang berhasil mengadvokasi penurunan pajak bagi ekosistem penulis dari 15% menjadi 1,5%. Keberhasilan ini menjadi rujukan positif. Kemenekraf juga menyatakan komitmennya untuk membantu ekosistem memanfaatkan platform pendanaan publik dan swasta (PFII).

Terkait insentif non-fiskal, Amvesindo mengusulkan agar Kemenekraf dapat menjembatani forum bersama antara pemerintah dan Venture Capital asing. Beberapa isu teknis yang mendesak antara lain adalah percepatan strategi go-to-market, penyerapan talenta, serta pengurangan kewajiban pelaporan administratif yang tumpang tindih antar kementerian/lembaga.

Startup Maturation Map dan Komitmen Tindak Lanjut Menghadapi iklim pendanaan saat ini, Dr. Eddi Danusaputro menekankan bahwa industri modal ventura kini semakin berfokus pada sektor bernilai tambah tinggi dengan jalur pertumbuhan serta profitabilitas yang jelas. Untuk itu, Amvesindo telah mengembangkan Startup Maturation Map—sebuah asesmen mandiri untuk mengukur kematangan startup dari aspek tata kelola, SDM, integritas keuangan, risiko dan kepatuhan, serta kesiapan teknologi.

Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya, menyambut baik seluruh usulan tersebut dan menegaskan bahwa potensi inovasi Indonesia harus didukung oleh akses investasi yang memadai agar tidak hanya terpusat di kota besar.

“Kementerian Ekraf fokus mendorong bagi para pegiat ekonomi kreatif yang sudah berdaya untuk dapat naik kelas menjadi perusahaan nasional bahkan berskala global. Kolaborasi dengan AMVESINDO membuka peluang semakin banyak pegiat ekraf untuk mendapatkan akses modal secara luas. Kolaborasi yang sudah berjalan tidak boleh berhenti pada acara, seminar, dan pitching saja. Permasalahan inti yang perlu kita urai bersama harus segera dibuatkan strategi dan timeline koordinasi lebih lanjut dengan deputi terkait,” tegas Menteri Ekraf.

Menutup audiensi, Dr. Eddi Danusaputro menegaskan komitmen Amvesindo untuk segera mengeksekusi pekerjaan rumah bersama. “Terima kasih kepada Menteri Ekraf atas diskusinya, dan apa yang menjadi PR bersama akan segera dikerjakan, serta arahan dari Pak Menteri juga akan segera dijalankan. Harapannya, sinergi ini akan membuka lebih banyak peluang usaha, lapangan kerja, dan karya anak bangsa untuk tumbuh dan mendunia.”

Audiensi ini turut dihadiri oleh jajaran Kemenekraf, antara lain Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi, M. Neil El Himam; Staf Khusus Menteri Bidang Isu Strategis dan Antarlembaga, Rian Firmansyah; Direktur Kreativitas Teknologi, Dandy Yudha Feryawan; serta Tenaga Ahli Menteri, Gemintang Kejora Mallarangeng. Sementara itu, perwakilan dari Amvesindo yang turut hadir antara lain Markus L. Rahardja (Sekretaris Jenderal), Lugas Prancafitri (Bendahara), Rama Mamuaya (Wakil Ketua IV), Alvin Evander (Wakil Sekretaris Jenderal), Even Alex Chandra (Kepala Bidang Regulatory & Logistic Tech), dan Arif R. Fauzi (Sekretaris Eksekutif).