Jakarta, 9 Juni 2026 – Asosiasi Modal Ventura untuk Startup Indonesia (Amvesindo) menandai tonggak bersejarah satu dekade eksistensinya dengan menyelenggarakan Perayaan Hari Ulang Tahun ke-10. Acara yang mengusung tema “Modal Ventura sebagai Katalis Pertumbuhan Ekonomi Nasional: Refleksi Satu Dekade dan Strategi ke Depan” ini menjadi forum strategis bagi pelaku industri, regulator, dan akademisi untuk bersama merumuskan arah masa depan ekosistem modal ventura Indonesia.

Sepuluh Tahun Menapaki Jalan Perubahan

Sejak berdiri, Amvesindo telah memainkan peran sentral sebagai wadah bagi perusahaan-perusahaan modal ventura Indonesia sekaligus mitra strategis pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekosistem pembiayaan alternatif. Selama satu dekade, industri modal ventura telah tumbuh menjadi mesin inovasi yang menggerakkan startup dan UMKM, segmen yang menyumbang lebih dari 60 persen terhadap PDB nasional dan menyerap 97 persen tenaga kerja Indonesia.

Perjalanan satu dekade ini tidak lepas dari berbagai dinamika: dari era euforia investasi digital, transformasi regulasi melalui UU Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK) serta POJK Nomor 25 Tahun 2023, hingga terbentuknya dua model kelembagaan baru yakni Venture Capital Corporation (VCC) dan Venture Debt Corporation (VDC). Reformasi ini membuka babak baru yang penuh peluang, sekaligus menghadirkan tanggung jawab besar untuk memastikan industri modal ventura semakin berdaya saing dan inklusif.

Momen foto bersama seluruh peserta yang hadir memeriahkan Perayaan HUT Amvesindo ke-10.
Sumber : Dokumentasi Amvesindo

Agenda Strategis di Momentum yang Tepat

Peringatan HUT Amvesindo ke-10 dirancang bukan sekadar seremoni, melainkan sebagai forum dialog kebijakan yang substantif. Dengan dihadiri peserta dari kalangan regulator, akademisi, pelaku industri, dan mitra strategis, acara ini akan menghasilkan rekomendasi konkret bagi penguatan ekosistem modal ventura nasional.

Empat tema utama yang akan menjadi fokus diskusi:

  • Usulan perpajakan dalam mendorong pertumbuhan industri modal ventura (VCC dan VDC);
  • Pengembangan instrumen pembiayaan inovatif dan kerangka dana ventura nasional
  • Harmonisasi regulasi OJK dan lembaga terkait lainnya untuk ekosistem yang terintegrasi;
  • Strategi menarik modal domestik dan memperkuat daya saing industri di tingkat regional dan global.

Rangkaian Acara dan Pembicara

Pembukaan dan Keynote Speech

Dr. Eddi Danusaputro selaku Ketua Amvesindo membuka acara dengan refleksi perjalanan satu dekade asosiasi, kondisi terkini industri modal ventura, serta visi ke depan.

“Selama satu dekade, Amvesindo telah membangun ekosistem pembiayaan yang bersifat katalitik — menghubungkan perbankan, multifinance, P2P lending, dan modal ventura sebagai instrumen yang saling melengkapi. Ke depan, peluang terbesar kita ada pada kolaborasi lintas lembaga yang lebih terintegrasi, termasuk bersama regulator, untuk mendorong pembiayaan sektor produktif yang benar-benar inklusif,” ujar Dr. Eddi Danusaputro, Ketua Amvesindo.

Keynote Speech bertajuk “Arah Kebijakan OJK dalam Pengembangan Industri Modal Ventura” disampaikan oleh Bapak Andra Sabta, sebagai Kepala Departemen Pengawasan Lembaga Pembiayaan Perusahaan Modal Ventura dan Lembaga Keuangan Khusus, Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Industri modal ventura adalah industri yang penuh peluang sekaligus memerlukan kematangan dalam pengelolaan risiko. OJK menekankan pentingnya tata kelola yang kuat sebagai fondasi pertumbuhan yang berkelanjutan — dan kami mengundang para calon investor maupun pelaku usaha baru untuk masuk ke industri ini dengan pemahaman yang baik mengenai risk appetite serta karakteristik risikonya, agar dapat berkontribusi secara optimal bagi ekosistem pembiayaan nasional.” ujar Andra Sabta, OJK.

Diskusi Panel 

Sesi panel bertajuk “Harapan dan Agenda Bersama Menuju Ekosistem Modal Ventura yang Kompetitif” akan menghadirkan lima panelis dari lintas pemangku kepentingan, dimoderatori oleh Markus Rahardja, Sekretaris Jenderal Amvesindo:

  • Winter Marbun  —  Kepala Direktorat Pengembangan PVML, OJK — memaparkan evaluasi regulasi dan arah kebijakan lima tahun ke depan.
  • Dr. Eddi Danusaputro  —  Ketua Amvesindo — merefleksikan pencapaian, tantangan struktural, dan visi strategis asosiasi.
  • Nailul Huda  —  Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS) — mempresentasikan analisis independen atas dampak ekonomi dan rekomendasi kebijakan berbasis riset.
  • Dr. Dina Dellyana  —  Associate Professor Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM) ITB — memberikan perspektif akademis mengenai ekosistem inovasi dan perbandingan dengan negara-negara peers di Asia Tenggara.

Dalam sesi tersebut, Winter Marbun menegaskan komitmen OJK dalam mendampingi pertumbuhan industri: “Industri modal ventura pada dasarnya adalah industri berisiko tinggi yang membutuhkan pengaturan yang kuat. OJK hadir bukan hanya sebagai pengawas, tetapi juga sebagai pengembang industri — dan kami terbuka terhadap inovasi, termasuk sinergi dengan instrumen pembiayaan lain seperti crowdfunding, demi ekosistem yang lebih luas, inklusif, dan efisien.”

Sementara itu, dari perspektif akademis, Dr. Dina Dellyana menyoroti pentingnya peran venture capital dalam menjembatani riset dan pasar: “Masih ada kesenjangan besar dalam perjalanan riset menuju pasar. Banyak hasil inovasi dari kampus berhenti di laboratorium karena ekosistem belum cukup kuat untuk mendorong scale-up dan market entry. Di sinilah peran venture capital menjadi krusial — bukan hanya sebagai penyedia modal, tetapi sebagai jembatan antara inovasi akademik dan komersialisasi.”

Output yang diharapkan

Dari seluruh rangkaian dialog, Amvesindo menargetkan lahirnya:

  • Rekomendasi konkret penyesuaian ketentuan perpajakan untuk mendukung pertumbuhan VCC dan VDC;
  • Rumusan mekanisme pembentukan fund of funds nasional dan kerangka co-investment yang efektif;
  • Peta jalan harmonisasi regulasi OJK dan kebijakan fiskal Kemenkeu untuk ekosistem yang terintegrasi;
  • Komitmen bersama antara pelaku industri dan regulator dalam mendorong implementasi agenda penguatan modal ventura nasional.

—————————————————————————————————————————————–

Informasi Acara
Penyelenggara:  Asosiasi Modal Ventura untuk Startup Indonesia (Amvesindo)
Hari / Tanggal:  Selasa, 9 Juni 2026
Tempat:  Hotel Le Meridien Jakarta, Jl. Jenderal Sudirman No. Kav 18–20, Jakarta 10220
Peserta:  ±50–70 undangan dari OJK,Kementerian/Kelembagaan terkait,  akademisi, anggota dan mitra Amvesindo

Tentang Amvesindo
Asosiasi Modal Ventura untuk Startup Indonesia (Amvesindo) adalah asosiasi yang menaungi perusahaan-perusahaan modal ventura di Indonesia. Selama satu dekade, Amvesindo berperan sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekosistem pembiayaan alternatif yang mendukung startup dan UMKM di seluruh Indonesia. Amvesindo berkantor di GoWork Pacific Place Mall Lv. 2, Jl. Jenderal SCBD No. 52–53, Jakarta Selatan 12190.

Narahubung Media:
Sekretariat Amvesindo
Email : info@amvesindo.org
Asosiasi Modal Ventura untuk Startup Indonesia
GoWork Pacific Place Mall Lv. 2, Jakarta Selatan 12190