JAKARTA – Asosiasi Modal Ventura Untuk Startup Indonesia (Amvesindo) turut berperan aktif dalam perumusan arah industri masa depan melalui agenda Focus Group Discussion (FGD) Roadmap Sustainable Finance Bidang PVML 2026-2031. Acara yang diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Kamis (23/04/2026) secara daring ini fokus pada pengembangan kerangka keuangan berkelanjutan salah satunya bagi industri modal ventura.
Dalam forum strategis tersebut, Amvesindo menghadirkan Devyta Wijaya (Kepala Bidang Impact) sebagai narasumber utama, didampingi oleh Lugas Prancafitri (Bendahara) dan Alvin Evander (Wakil Sekretaris Jenderal).
Lanskap Industri dan Fokus Keberlanjutan
Dalam pemaparannya, Amvesindo menyoroti kondisi industri saat ini di mana penyaluran dana dari Perusahaan Modal Ventura (PMV) cenderung menunjukkan tren stagnan namun tetap berada di zona positif. Meski stabil, Amvesindo menekankan pentingnya peningkatan kualitas penyaluran dana, khususnya pada sektor-sektor berbasis keberlanjutan.
Beberapa poin utama yang disampaikan oleh delegasi Amvesindo meliputi:
-
Optimalisasi Sektor Masa Depan: Mendorong pergeseran investasi ke arah pembiayaan yang mendukung prinsip-prinsip lingkungan dan sosial.
-
Potensi Startup Hijau: Membedah peluang besar sekaligus tantangan yang dihadapi dalam pengembangan investasi pada startup ramah lingkungan di Indonesia.
-
Rekomendasi Kebijakan: Mengusulkan langkah-langkah struktural untuk menciptakan ekosistem modal ventura yang tidak hanya produktif secara ekonomi, tetapi juga berkelanjutan secara dampak.
Amvesindo berharap melalui Roadmap Sustainable Finance yang sedang disusun, industri modal ventura dapat memiliki panduan yang jelas dalam menavigasi investasi berdampak (impact investing). Sinergi antara regulator dan pelaku industri menjadi kunci utama untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat inovasi teknologi hijau di kawasan regional.